Menghargai Orang Lain

Written by Loket on June 10, 2020 in Coffe Shop terbaik di jakarta with no comments.

“Hargai dan hormati orang lain jika kita ingin dihormati dan dihargai orang lain, serta hormati dan hargai diri sendiri terlebih dahulu baru kita bisa menghargai dan menghormati orang lain.” Saat berinteraksi, perlu menjunjung tinggi sikap saling menghargai. Saling menghargai orang lain menjadikan kehidupan bermasyarakat minim konflik atau perpecahan. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain dan lingkungan sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan pengertian dari toleransi, yaitu bersifat atau bersikap menenggang pendirian yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Toleransi juga disebut tenggang rasa, yaitu dapat ikut menghargai perasaan orang lain. Veissière mengatakan, di saat orang diisolasi, mereka akan mulai memikirkan orang-orang yang tidak ada di sekitar, seperti teman, kerabat, keluarga, hingga rekan kerja. Dari sini, mereka akan mempelajari pentingnya untuk tetap menjadi terhubung dengan orang-orang di luar sana sembari memastikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Hal baik lain yang datang dari wabah COVID-19 adalah membantu kita mengambil jeda dari kerja keras dan produktivitas berlebih, kata Veissière.

Kemampuan berinteraksi dengan berbagai kalangan adalah keterampilan sosial yang berperan penting mendorong anak untuk berempati, bekerja sama, dan saling menghormati. Semua kemampuan tadi tentu sangat diperlukan kelak saat si Kecil dewasa dan masuk dalam dunia kerja dan lingkungan sosial. Anak tentunya akan memiliki selera yang berbeda dari orang tua mereka. Baik itu dalam musik, makanan, gaya berpakaian, dekorasi kamar, idola, dan lain-lain.

Tetapi dengan menggunakan tiga kata ajaib, tolong, maaf dan terima kasih dalam keseharian maka kita akan dihormati dan disukai orang lain. Tiga kata ini jika dilakukan dan dipraktikkan akan membuat kita dihargai orang lain. Dwi Papa kemudian memberikan ilustrasi cerita mengenai seorang bos yang sangat menghargai dan menghormati pelayannya.

Belajar untuk mengahrgai sesama orang

Veissière mengatakan, bencana alam biasanya menyatukan orang dan memicu tindakan solidaritas spontan di antara orang asing. Namun, itu semua terjadi melalui berbagai ujian atau bencana. Sebab pada masa lalu kemunculan pandemi atau bencana kerap kali memicu lahirnya xenophobia, diskriminasi, konflik, dan persaingan untuk sumber daya. “Penyakit dan kecelakaan juga merupakan berkah karena menyatukan keluarga, teman, dan komunitas.” Mama bisa memberitahu si kecil lewat media movie untuk tidak mencontoh sikap yang kurang baik. Misalnya membentak, memotong pembicaraan, atau memakai kata kasar.

Comments are closed.